Salam Bahagia wahai para pembaca 😀

Malam ini gue baru aja pulang dari pertandingan futsal di daerah Surabaya. Ceritanya itu ada turnamen yang diadain sama salah satu radio swasta di Surabaya. Turnamen ini sendiri diikuti 128 tim dari daerah Surabaya dan sekitarnya. Hari ini tim gue kebagian main pertandingan terakhir. Lawan yang bakalan tim gue hadapin merupakan semifinalis turnamen ini tahun lalu. Berat juga tuh.

Tim futsal gue namanya the Star. Nama ini gue ambil supaya jadi motivasi para pemain di tim gue buat maen sebagus mungkin supaya bisa jadi Star. Kesiapan tim gue buat ikutan turnamen ini bisa dikatakan siap tempur. Sebelum turnamen, kita para pemain udah ngejalanin beberapa latihan sparing sama tim- tim yang levelnya setara buat turnamen ini.

Kembali ke turnamen. Pada pertandingan pertama the Star menang dengan score 7 – 1. Pertandingan kedua menang lagi dengan score 5 – 1. Nah dipertandingan ketiga ada kabar buruk, penjaga gaawang tim gue gak bisa ikut turnamen, soalnya harus jemput mamanya di bandara (FYI: di tim gue penjaga gawang cuman ada 1 orang dan itu sangat vital). Untung aja dipertandingan itu the Star masih bisa menang 2 – 1 lewat pertandingan yang alot dan perjuangan yang spartan (mulai ngelantur bahasanya).

Setelah pertandingan ketiga selesai, kita para pemain the Star pada kumpul buat evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut kita ambil kesimpulan kalau peranan penjaga gawang sangat vital dan dipertandingan selanjutnya WAJIB pakai penjaga gawang utama. Nah, tibalah hari disaat pertandingan ke empat atau babak 16 besar. Se jam sebelum pertandingan ada SMS masuk ke HandPhone gue. Gak disangka SMS itu dari penjaga gawang tim gue. Intinya dia minta izin buat gak datang lagi di pertandingan itu. Wah, sontak gue langsung Shock berat (berlebihan) hehehe. Penjaga gawang cuman punya satu, tapi gak bisa ikut pertandingan lagi, apalagi notabene lawan juga termasuk tim unggulan. Tapi ya sudahlah dijalani saja. Siap gak siap kita harus siap.

Sampai di tempat pertandingan, gue langsung kasih tau ke temen- temen se tim kalau penjaga gawang tim kita gak bisa datang. Raut wajah yang bermacam- macam langsung keluar dari masing- masing anak – anak se tim. Ada yang marah, ada yang sok bijak (itu gue 😦 ) ada juga yang senyum (gak tau dibalik senyumannya ada maksud apa). Dan pertandingan pun dimulai. 10 menit pertama score masih imbang 1 – 1. Namun karena entah fisik sudah kelelahan atau konsentrasi yang sudah buyar alhasil babak pertama selesai dengan score 1 – 3 buat tim lawan. Babak kedua dimulai, keadaan tim makin tidak kondusif, permainan mulai ngawur. Setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan score di papan menunjukkan angka 1 – 6 untuk kemenangan tim lawan.

Kecewa !!! itulah perasaan pertama yang gue rasain. Sayang banget rasanya kalau harus kalah gara – gara tim kita gak punya penjaga gawang. Ya tetapi itulah pertandingan, disaat ada pihak yang bahagia pasti ada pihak lain yang terluka. Tim yang paling siaplah yang bisa memenangkan pertandingan, dan pada waktu itu tim lawan memang dalam keadaan yang lebih siap. Sebagai tim, kita gak boleh membebankan kesalahan ke satu orang saja. Kesalahan yang terjadi adalah kesalahan bersama. Prestasi yang diraih, itu juga prestasi bersama. Itulah tim. Ya benar kita adalah Tim. The Staaaaarrr.. (teriak) ISTIMEWA (kok kayak motto nya cherrybelle gini ya) #sedih 😦

Dalam setiap pertandingan pasti ada yang menang dan yang kalah. Setiap tim yang bertanding pasti mengupayakan timnya buat menang. Namun, ada hal yang harus kita pahami bersama. Sebuah mental yang harus kita miliki, yaitu “Siap Menang = Siap Kalah”. Ya benar, bila kita hanya befikir menang, menang, dan menang maka kita akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kemenangan itu. Kita tidak lagi berfikir apakah itu cara yang fairplay atau tidak. Hasil memanglah penting, namun ada point yang lebih penting dari hanya sekedar hasil. Proses… Ya benar, Proses adalah sesuatu cara untuk mencapai hasil. Bila kita mempunyai mental yang baik, maka kita pasti akan sangat concern dalam hal proses. “Orang yang menghargai proses berarti mereka mempunyai etika yang benar dalam menjalani hidup” (Wahyu, 2012) #NoOffense 😀

Jadi persiapkan mental untuk hal terburuk sebelum kita bertanding. Siapkan mental apabila kita kalah dalam suatu pertandingan. Kalah menang adalah hal wajar, intinya bagaimana kita bisa menjunjung tinggi sportifitas di dalam lapangan dan di luar lapangan. Ingatlah kawan, kita hidup di lingkungan yang sangat banyak manusia di sekeliling kita. Kita ini makhluk sosial. Kalau kita ingin dihargai, mari kita hargai orang lain juga. Inilah kehidupan, tanpa orang lain kita Nothing…

Nama gue Wahyu. Junjung tinggi sportifitas. Salam Olahraga !!!

Ditulis setelah mengalami keguguran (ambigu) pada suatu turnamen futsal di Surabaya.

Advertisements