Salam Olahraga wahai pembaca !!!

Gue lagi sedih nih (berasa alay) 😦 . Kenapa gue bilang sedih? Soalnya tim jagoan gue baru aja kalah dengan tidak terhormat dari negeri body guitar (baca : Spanyol) . Mana ada pertandingan final Euro kalah 0 – 4 #HancurHatiku (Olga dong) 😀

Tapi itulah pertandingan. Diakhir pertandingan selalu ada pihak yang menangis dan pihak yang tertawa. Wajar. Kalau semuanya senang, itu namanya bukan pertandingan, namanya cinta satu malam, senang sama senang #ehhhh 😀 . Tapi ada beberapa hal yang perlu gue soroti dari pertandingan tadi, ya katakanlah sebagai bahan evaluasi.

Pertama dari tim Italia, gue rasa kesalahan fatal bukan terletak pada pemain, tapi pada pelatih. Frandelli (pelatih timnas Italia) memang baik dalam menerapkan berbagai macam strategi pada beberapa pertandingan terakhir, namun pada pertandingan final ini Frandelli memutuskan untuk menerapkan strategi pertahanan grendel (Catenacciu). Ada beberapa kekurangan pada strategi ini. Kesalahan yang paling fatal yaitu gagalnya jebakan offside. Menurut pengamatan bung WK (gue) 3 gol Spanyol terjadi karena kegagalan jebakan offside. Nah, sehebat apapun penjaga gawang (Buffon) dalam menjaga kehormatan gawangnya, tetap saja gak bakalan bisa menghadapi gempuran pemain – pemain spanyol yang leluasa mengobrak – abrik daerah penalty Italia.

Kesalahan kedua, Frandelli berjudi dengan susunan pemain yang dimasukkan di line up starting eleven timnas Italia. By the way, ini sepakbola apa judi sih??? Tapi citra sepakbola Italia memang tidak terlepas dari image buruk perjudian dan permainan bandar. Kalian udah pasti sering dengar skandal calcio poli yang terjadi beberapa tahun belakangan. Sampai – sampai pemain Italia sendiri ada yang diberi nama mirip tempat judi, dia adalah Antonio Cassino #hening . Oke, kembali ke persoalan. Frandelli terlalu memaksakan Chiellini dan Cassano untuk masuk ke starting eleven, padahal kondisi kedua pemain itu sedang dalam keadaan yang tidak fit. Pilihan yang diambil Frandelli terbukti tidak tepat, buktinya di menit 14, Chiellini tidak bisa mengantisipasi umpan terobosan dari lini tengah spanyol dan akhirnya kalah duel dengan Cesc Fabregas, dan terciptalah goal pertama. Tidak lama kemudian cidera Chiellini kambuh dan memaksa dia harus ditarik keluar dan digantikan oleh Balzaretti. Pilihan untuk memasang Antonio Cassano pun juga tidak berjalan efektif. Permainan Cassano pada final ini terlihat tidak sebagus pada saat pertandingan semifinal melawan Jerman. Cassano terlihat sulit untuk menembus lini pertahanan spanyol. Akhirnya pada awal babak kedua, Cassano digantikan oleh penyerang lain yaitu Antonio Di Natale.

Dengan pergantian tersebut timnas Italia telah membuang dua kali pergantian pemain dengan percuma. Perjudian terkahir yang dilakukan Frandelli yaitu mengganti Montolivo dengan Tiago Motta. Alih – alih menggencarkan serangan, Italia malah kehilangan satu pemain, dan pemain itu adalah pemain yang barusan masuk lapangan, ya benar siapa lagi kalau bukan Tiago Motta. Dia harus ditandu keluar lapangan karena cidera Hamster (eh Hamstring). Kesempatan pergantian pemain sudah habis. Score sudah 0 – 2 untuk keunggulan spanyol. 10 Pemain melawan 11 pemain. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh pemain Italia, hanya menunggu keajaiban. Dan sampai pertandingan usai, keajaiban itu tidak kunjung datang. Alhasil Italia kalah dengan score 0 – 4 #Tragis .

Sebenarnya, tidak apa – apa kalah dalam suatu pertandingan, toh Italia sudah masuk final. Prestasi yang tidak buruk. Tapi kasihan juga sih kalok kalahnya 0 – 4. Padahal bursa taruhan hanya memberi Itali voor 1/2. Kan kasihan yang pada pegang Itali. hahaha 😀 Harusnya biar adil scorenya Itali 0 – 1/2 Spanyol (ngelantur).

Tapi memang wajar apabila spanyol keluar sebagai juara pada event Euro 2012 ini. Sudah 4 tahun terakhir ini timnas spanyol menguasai persepakbolaan di Eropa bahkan di dunia. Mereka (timnas spanyol) merupakan juara bertahan pada Euro 2008, kemudian juara World Cup 2010. Sekarang juara Euro 2012. Kalau permainan mereka bisa konsisten kayak gini terus, bukan tidak mungkin mereka akan mencetak sejarang baru sebagai tim yang menjuarai empat event besar dalam kurun waktu 8 tahun berturut – turut. Jelas prestasi tersebut merupakan kabar yang tidak menggembirakan buat supporter tim lain (salah satunya gue). Nah, maka dari itu, bagaimana kalau kita adakan sistem baru dalam penentuan pemenang suatu pertandingan. Kalau biasanya pemenang pertandingan ditentukan berdasarkan jumlah gol yang diciptakan, maka di sistem baru ini pemenang ditentukan lewat polling SMS (emangnya Indonesia Idol) :D. Tapi itulah satu – satunya cara supaya negara kita Indonesia bisa menjadi juara dunia. Kan orang Indonesia pada rajin kirim – kirim sms (gak ada maksud buat nyindir, tapi itulah realitanya).

Nama gue Wahyu. Salam Olahraga !!!

Ditulis setelah menyaksikan Spanyol mengangkat piala Euro 2012.

Advertisements